Kebahagiaan adalah hak setiap individu, tanpa terkecuali.
Donasi Barang hadir untuk ikut mewarnai perjalanan hidup mereka yang membutuhkan dengan penuh suka cita, ketulusan, dan kepedulian. Kami berupaya menjadi jembatan kebaikan, menghubungkan mereka yang ingin memberi dengan mereka yang benar-benar membutuhkan. Dalam setiap langkah, kami percaya bahwa sekecil apa pun bantuan, akan membawa secercah harapan dan kebahagiaan.

Foto Ibu Adiba dan Pak Mahmud yang sedang dirawat di Rumah Sakit.
Dalam setiap perjalanan penyaluran, kami menyaksikan sendiri berbagai kisah penuh haru. Cerita tentang perjuangan, kesabaran, dan rasa syukur dari mereka yang diuji oleh kehidupan. Salah satunya adalah kisah berikut, yang ingin kami sampaikan kepada seluruh Sahabat SiBara agar menjadi pengingat bahwa kebaikan kita tak pernah sia-sia.
Kisah Pak Mahmud dan Harapan di Tengah Ujian
Hari ini, Senin, 21 Juli 2025, tim Donasi Barang melalui program SiBara Action kembali hadir memberikan bantuan.
Adalah Pak Mahmud, seorang pria berusia 26 tahun, yang kini hanya bisa terbaring lemah di rumahnya di Jl. Patriot, Gang Aman, Kampung Dua RT 008/002, Jaka Sampurna. Ia menderita penyakit ginjal kronis stadium 5 (chronic kidney disease, stage 5) yang membuatnya kehilangan sebagian besar fungsi ginjal, tersisa hanya 20%.
Setiap pekan, dua kali seminggu, Ibu Adiba kakak dari pak mahmud membantu mengantarkan ke Rumah Sakit untuk melakukan proses hemodialisis (cuci darah). Tak hanya fisik yang diuji, tapi juga beban ekonomi keluarga ini sangat berat. Terlebih, Pak Mahmud memiliki seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dan kini terancam putus sekolah karena tak mampu membayar biaya pendidikan.
Melihat kondisi ini, Ibu Adiba mengajukan permohonan bantuan kepada Donasi Barang. Dengan penuh empati, kami hadir membawa pakaian layak pakai, popok dewasa, kursi roda, seprai dan lainnya. bantuan sederhana namun sangat dibutuhkan untuk menunjang keseharian Pak Mahmud.

Foto Pak Mahmud yang sedang terbaring dirumahnya
Dalam kunjungan ini, kami tak hanya mendengar kabar kesehatan Pak Mahmud, tapi juga keluh kesah dan harapan yang masih tersisa. Suara lirih dari seorang ayah yang ingin anaknya tetap bersekolah, dan seorang kakak yang tak pernah lelah berjuang merawat adiknya menjadi pengingat bagi kami bahwa kebaikan tak pernah berhenti pada satu tangan.
Kami tahu, apa yang kami berikan mungkin belum seberapa. Tapi kami percaya, melalui Program SiBara Action, setitik cahaya bisa menembus gelapnya duka. Bantuan ini bukan hanya tentang barang, tapi tentang kehadiran dan harapan.
Terima kasih, Sahabat SiBara, yang telah menjadi bagian dari perjalanan kebaikan ini.
Bersama kita bisa terus menjangkau mereka yang membutuhkan menjadi pengantar senyum di tengah derita, dan penyambung harapan di tengah putus asa.
Mari terus bergerak.
Bukan hanya mengirimkan barang, tapi menyampaikan kepedulian, kasih sayang, dan kebahagiaan.
Narator : Lando.
Editor : Nanda Hermawan
Leave a comment