Category: KEGIATAN

WhatsApp Image 2026-06-27 at 13.48.20
ARTIKELBERITAKEGIATAN

Sinergi Kebaikan di Cianjurm, Donasi Barang, Azfu Peduli, dan Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri Salurkan Bantuan ke Masjid Jami Al-Ma’arif

Donasibarang.id, 16 Juli 2026, 16:15 WIB

Di tengah tantangan sosial yang dinamis, kolaborasi antar lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang. Menyadari pentingnya gotong royong modern, Donasi Barang bersama Azfu Peduli dan Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri telah melangkah bersama dalam sebuah misi kemanusiaan untuk menyalurkan amanah donatur.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika berbagai pihak menyatukan niat dan sumber daya, tantangan distribusi logistik sosial dapat diatasi dengan lebih efektif.

Pada hari Selasa, 9 Juni 2026, sinergi ini menunaikan amanah kebaikan di Kabupaten Cianjur. Tim gabungan bergerak menuju Masjid Jami Al-Ma’arif yang berlokasi di Desa Cibinong hilir. Penyaluran kali ini bukan berfokus pada sandang atau pangan, melainkan pemenuhan kebutuhan spiritual dan edukasi bagi jamaah setempat.

Merajut Harapan di Tanah Sumedang, Touring Sedekah Ke-30 Donasi Barang

Bantuan yang diserahkan meliputi hiasan kaligrafi “Lafadz” bertuliskan “Allah” dan “Muhammad” dengan detail ukiran berwarna emas dalam bingkai bulat besar, serta sejumlah mushaf Al-Qur’an. Pemilihan bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan mendesak dari pihak masjid, menunjukkan bahwa kolaborasi ini sangat adaptif dan mendengarkan aspirasi warga lokal.

Penyerahan bantuan berlangsung hangat dan penuh syukur. Dalam sebuah ruangan masjid, perwakilan penerima tampak memegang erat bantuan tersebut. Masing-masing memegang bingkai kaligrafi “Muhammad” dan “Allah” yang diserahkan. Bantuan ini diterima langsung oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ma’arif, Bapak Tedi Hilman, yang didampingi oleh jamaah setempat.Dalam video dokumentasi, salah satu perwakilan masjid, seorang pria berkacamata yang mengenakan baju koko biru muda, menyampaikan rasa terima kasihnya:

“Terima kasih kepada Donasi Barang yang telah memberikan kepada kami di Masjid Jami Al-Ma’arif. Kami terima, Alhamdulillah, semoga kebaikannya senantiasa Allah balas, dengan kebaikan pahala yang lebih jauh, lebih baik lagi. Terima kasih.”

Menyemai Harapan di Puing Kebakaran Pasar Jiung, Sibara Action Menyalurkan bantuan bagi Korban Bencana

Di kesempatan terpisah, Bapak Tedi Hilman juga menambahkan harapannya terkait manfaat bantuan ini “Terima kasih kepada Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri dan Donasi Barang yang telah memenuhi kebutuhan di masjid kami. Semoga menjadi amal ibadah dan semoga Pasbukit serta Donasi Barang semakin besar dan maju dalam membantu kemanusiaan. Lafadz ‘Allah-Muhammad’ kami pasang di dinding biar jadi pengingat tauhid setiap jamaah memandang. Al-Qur’an kami letakkan di rak biar jadi makanan hati setiap hari.”

Pesan ini merangkum esensi dari penyaluran yang dilakukan: bahwa barang-barang tersebut tidak hanya menjadi hiasan fisik, tetapi memiliki nilai fungsi yang terus hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Dadan “Ule” selaku Ketua Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri juga menegaskan makna di balik kolaborasi penyaluran ini. Ia menekankan rasa syukur kepada para donatur yang telah mempercayakan amanahnya melalui Donasi Barang dan mitranya. “Semoga setiap bacaan Al-Qur’an dan setiap pandangan mata ke kaligrafi ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir untuk semua pihak yang terlibat.” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan manifestasi dari semangat “Pasbuat Kita” dan DNA “Mandiri” yang diusung oleh Pasbukit: bergerak cepat menyalurkan rezeki berupa barang ketika ada pihak yang membutuhkan, seperti kebutuhan fasilitas mushola ini.

Bagi Donasi Barang, kolaborasi ini menegaskan komitmen utama kami: memperpanjang usia pakai dan manfaat dari sebuah barang. Barang-barang yang disalurkan bukan lagi sekadar objek material, melainkan telah bertransformasi menjadi investasi kebaikan jangka panjang (amal jariyah) yang akan terus digunakan oleh jamaah.

Mengapa Menyimpan Barang Terlalu Lama Justru Menghilangkan Nilai Manfaatnya?

Terus Berbagi, Jangan Sampai Menumpuk

Keberhasilan penyaluran ke Masjid Jami Al-Ma’arif ini adalah satu dari sekian banyak cerita tentang bagaimana barang yang dikelola dengan baik dapat membawa berkah bagi banyak orang. Ini membuktikan bahwa berbagi tidak harus selalu dalam bentuk nominal uang; menyalurkan barang fisik yang tepat guna juga memberikan dampak sosial yang signifikan.

Kami di Donasi Barang akan terus berupaya membangun jaringan kolaborasi, baik dengan lembaga seperti Azfu Peduli, yayasan lokal seperti Pasbukit, maupun dengan Anda para individu yang peduli. Jika Anda memiliki barang-barang yang masih sangat layak dan bermanfaat (mulai dari buku, pakaian, hingga perlengkapan ibadah dan alat sekolah) namun sudah tidak digunakan, mari salurkan niat baik Anda bersama kami. Jangan biarkan barang tersebut rusak karena menumpuk di rumah. Jadikan barang Anda sebagai bagian dari lingkaran kebaikan yang “Gak Sia-Sia”.

Mari kelola barangmu menjadi manfaat bagi mereka yang membutuhkan.

Artikel ini disadur dari laporan kegiatan bersama Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri di Cianjur, 9 Juni 2026. Untuk membaca rilis berita asli mengenai kegiatan kolaborasi ini, Anda dapat mengunjungi tautan berikut: Baca selengkapnya: Yayasan Pasbukit Berkah Mandiri & Donasi Barang Salurkan Lafadz dan Al-Qur’an ke Masjid Jami Al-Ma’arif

WhatsApp Image 2026-06-28 at 09.56.27
BERITAKEGIATAN

Sinergi Inklusif Charity Day, Kolaborasi Hangat Donasi Barang, SOD, dan Komunitas Lokal

Jakarta, 28 Juni 2026 – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti kawasan Pondok Indah pada Minggu pagi ini. Yayasan sosial Donasi Barang secara aktif berkolaborasi dengan Silaturahmi Online Dunia (SOD), warga RW 14 Pondok Indah, serta komunitas sepeda Komunitas Bike Club Pinang Indah (BCPI) dalam menyelenggarakan kegiatan Charity Day. Aksi kepedulian sosial ini dirancang tidak hanya untuk menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga untuk merajut ruang interaksi yang akrab, aman, dan penuh tawa bagi anak-anak penerima manfaat. Sinergi yang tulus ini membuktikan bahwa kepedulian kolektif mampu mencairkan batasan sosial dan menghadirkan kehangatan nyata di tengah masyarakat urban.

Penyelenggaraan Charity Day ini dihelat oleh beberapa inisiator utama, yaitu Bapak Ir. Fadian M. Paham, MBA. Donasi Barang, Silaturahmi Online Dunia (SOD), RW 14 Pondok Indah, dan Sunday Market. Kelima elemen tersebut bertindak sebagai motor penggerak utama yang memfasilitasi penyediaan tempat kegiatan, koordinasi teknis di lapangan, serta mobilisasi partisipasi publik di kawasan Pondok Indah. Dalam struktur kepanitiaan bersama ini, Donasi Barang mendapatkan kehormatan besar untuk dilibatkan langsung serta berkontribusi sebagai mitra penyalur bantuan kemanusiaan.

Kepercayaan ini dijalankan secara optimal melalui pembagian bantuan logistik yang difokuskan pada sektor penunjang pendidikan dan kebutuhan harian anak-anak. Adapun jenis bantuan yang disalurkan secara langsung oleh Donasi Barang meliputi tas sekolah baru, paket peralatan makan, serta paket makanan ringan (snack). Senyum sumringah anak-anak saat menerima tas baru dan camilan kesukaan mereka seketika menambah kehangatan acara, menegaskan komitmen bersama untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan mereka.

Salah satu pilar penting dalam pelaksanaan Charity Day kali ini adalah fokusnya pada aspek inklusivitas sosial dan pembentukan karakter sejak dini. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran para tamu undangan istimewa, yaitu siswa-siswi dari Rumah Autis, sebuah lembaga pendidikan siswa berkemampuan khusus di bawah naungan Cagar Foundation, serta anak-anak dari komunitas Pejuang Subuh Cilik. Kehadiran kedua kelompok anak ini memberikan dimensi sosial yang mendalam, di mana nilai-nilai kesetaraan dipraktikkan secara langsung di lingkungan masyarakat.

Rumah Autis selama ini dikenal sebagai program yang berdedikasi penuh pada pendampingan anak-anak dengan spektrum autisme agar mereka dapat mengembangkan kemandirian serta potensi diri secara optimal. Di sisi lain, Pejuang Subuh Cilik merupakan kelompok yang aktif bergerak dalam pembentukan karakter dan pembiasaan kegiatan keagamaan positif sejak usia dini bagi anak-anak di lingkungan sekitar.

Melalui sesi edukasi yang disisipkan di dalam rangkaian acara, para penggiat sosial termasuk perwakilan dari Donasi Barang berkesempatan untuk memaparkan pentingnya dukungan sosial yang ramah dan bebas stigma bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Di saat yang sama, para penggerak Pejuang Subuh Cilik juga membagikan cerita inspiratif tentang konsistensi mereka dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia. Sinergi ini membuka ruang interaksi sosial yang sehat, di mana seluruh peserta dapat saling mengenal, berinteraksi, dan memberikan dukungan moral satu sama lain tanpa adanya batasan sosial.

Selain berfokus pada penyaluran bantuan fisik, panitia Charity Day juga merancang stimulasi mental dan psikologis bagi anak-anak melalui sesi hiburan edukatif. Agenda ini diisi dengan pertunjukan dongeng atau storytelling yang dibawakan oleh Kak Yono, salah satu pendongeng anak profesional yang memiliki reputasi luas dalam menyampaikan pesan-pesan moral melalui media seni peran dan suara.

Sesi dongeng ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan keceriaan bagi anak-anak yang hadir, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen edukasi non-formal yang sangat efektif. Melalui narasi cerita yang interaktif dan dinamis, Kak Yono menyelipkan nilai-nilai penting seperti kejujuran, kerja sama, kepedulian terhadap sesama, serta pentingnya memiliki rasa percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.

Metode penyampaian cerita yang interaktif ini terbukti sukses memecah kekakuan dan memancing tawa riang dari anak-anak Rumah Autis serta Pejuang Subuh Cilik. Pendekatan edukasi berbasis hiburan (edutainment) ini dinilai sangat krusial dalam membantu mengasah kemampuan kognitif, motorik, dan sosial emosional anak secara natural serta menyenangkan.

Di samping menyalurkan paket bantuan secara langsung, Donasi Barang juga memperkenalkan program pengumpulan donasi yang praktis selama acara berlangsung. Tim Donasi Barang menempatkan unit Drop Box khusus di lokasi kegiatan Charity Day. Penyediaan fasilitas fisik ini diperuntukkan secara khusus bagi warga Pondok Indah yang hadir dan ingin menyalurkan barang-barang layak pakai mereka secara langsung di tempat tanpa perlu repot mengatur jadwal penjemputan terpisah.

Drop Box ini merupakan salah satu program unggulan dari Donasi Barang yang awalnya dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk memfasilitasi para Sahabat SiBara di sektor korporasi. Melalui program kemitraan ini, perusahaan-perusahaan yang telah berkolaborasi dengan Donasi Barang dapat menempatkan unit Drop Box di area kantor mereka untuk memudahkan karyawan menyumbangkan barang yang sudah tidak terpakai lagi namun masih sangat layak.

Menariknya, program kemitraan pengadaan Drop Box ini bersifat sangat fleksibel. Selain di area perkantoran atau perusahaan besar, fasilitas Drop Box juga dapat diintegrasikan dan ditempatkan pada berbagai momentum khusus seperti acara pameran (event), festival komunitas, kegiatan sosial di lingkungan sekolah, kampus, hingga area publik perumahan. Menariknya lagi, desain visual dan konsep branding pada unit Drop Box tersebut dapat dikustomisasi (custom) agar selaras dengan identitas, pesan kampanye, ataupun tone dari instansi mitra yang bekerja sama. Fleksibilitas ini tidak hanya mempermudah akses donasi bagi publik, tetapi juga memperkuat nilai tanggung jawab sosial (CSR) dari setiap mitra kolaborasi dengan cara yang modern dan estetis.

Momen penyerahan donasi secara simbolis oleh panitia bersama Yayasan Donasi Barang Indonesia menjadi puncak acara yang penuh dengan rasa syukur. Penyerahan bantuan berupa tas sekolah, alat makan, dan paket makanan ringan ini bukan sekadar prosesi serah-terima materi, melainkan simbol komitmen berkelanjutan dari masyarakat Pondok Indah untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak penerima manfaat.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Charity Day pada Minggu, 28 Juni 2026 di Pondok Indah berjalan dengan tertib, aman, dan berhasil mencapai seluruh target program yang dicanangkan. Kesuksesan acara ini membuktikan bahwa koordinasi taktis antara organisasi sosial, komunitas hobi, perangkat warga lokal, dan lembaga pendidikan mampu menghasilkan dampak positif yang signifikan serta terukur bagi kesejahteraan sosial.

Yayasan Donasi Barang Indonesia bersama dengan Silaturahmi Online Dunia (SOD) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada RW 14 Pondok Indah, Sunday Market, dan Komunitas Bike Club Pinang Indah (BCPI) yang telah bergandengan tangan dalam aksi kemanusiaan ini. Melalui penyusunan alur acara yang matang dan koordinasi yang rapi, kemitraan sosial ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kegiatan kemanusiaan serupa di masa mendatang, di mana kepedulian kolektif menjadi kunci utama dalam membangun tatanan masyarakat yang lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Donasi Barang

IMG-20260606-WA0029(1).jpg (1)
BERITAKEGIATAN

Menyemai Harapan di Puing Kebakaran Pasar Jiung, Sibara Action Menyalurkan bantuan bagi Korban Bencana

Jakarta Pusat, 6 Juni 2026 Pada Sabtu pagi yang cerah, ketika sang surya baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur, deru langkah kaki Tim Kemanusiaan dari Yayasan Donasi Barang Indonesia telah memecah keheningan ibu kota. Dengan membawa misi mulia yang dikemas erat dalam program Penyaluran Sibara Action, tim bergerak cepat dan responsif menuju sebuah kawasan yang baru saja didera duka mendalam: Pasar Jiung, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk tersebut telah menyisakan puing-puing hitam, hawa panas yang masih terasa, serta raut wajah duka dari ratusan warga yang kehilangan tempat beralih dan berteduh dalam sekejap mata. Di sinilah, aksi nyata kemanusiaan harus segera dihadirkan demi menyalung harapan baru.

Skala Dampak dan Realita Posko Darurat

Bencana kebakaran yang melanda kawasan Pasar Jiung Kemayoran ini bukanlah sebuah peristiwa kecil yang bisa dipandang sebelah mata. Berdasarkan data sementara yang tercantum secara transparan di papan informasi lokasi kejadian perkara, serta diperkuat oleh keterangan resmi dari Dinas Pemerintah Provinsi (Dispemprov) DKI Jakarta, skala kerusakan akibat amukan si jago merah ini tergolong sangat masif dan memprihatinkan.

Tercatat sekitar 250 unit rumah tinggal hangus terbakar, mengubah bangunan-bangunan yang semula menjadi saksi bisu kehangatan keluarga menjadi tumpukan abu dan arang dalam waktu yang relatif singkat. Lebih menyedihkan lagi, petaka ini secara langsung berdampak pada kehidupan sedikitnya 330 Kepala Keluarga (KK). Mereka terpaksa kehilangan harta benda, dokumen penting, pakaian, serta ruang hidup aman yang telah mereka bangun dengan kerja keras selama bertahun-tahun.

Tumpukan puing puing bangunan yang telah hangus terbakar

Di tengah situasi darurat yang kacau tersebut, berbagai pihak seperti Palang Merah Indonesia (PMI) serta instansi kedaruratan daerah segera bergerak mendirikan tenda-tenda pengungsian darurat dan menyiagakan tim kesehatan guna memitigasi dampak fisik maupun psikologis para penyintas. Kendati demikian, kebutuhan logistik di lapangan terus melonjak secara signifikan seiring berjalannya waktu, mengingat para korban praktis hanya memiliki pakaian yang melekat di tubuh saat menyelamatkan diri.

Menyentuh Kehidupan Insan Berkebutuhan Khusus

Di tengah ratusan kepala keluarga yang sedang dirundung duka di posko pengungsian, perhatian mendalam dari Tim Donasi Barang tertuju pada sebuah profil keluarga korban yang memerlukan penanganan serta pendekatan bantuan yang jauh lebih spesifik dan sensitif. Salah satu korban kebakaran yang berhasil kami jangkau merupakan keluarga binaan dari Rumah Autis.

Rumah Autis sendiri merupakan salah satu lembaga program strategis yang berada di bawah naungan Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah, yang memiliki fokus mulia dalam menjembatani kebutuhan akan pendidikan, terapi, dan pendampingan khusus bagi Insan Berkebutuhan Khusus (IBK).

Menjalani kehidupan sebagai keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dalam situasi normal saja sudah menuntut perjuangan finansial, mental, dan kesabaran yang luar biasa dari para orang tua. Ketika bencana kebakaran datang merenggut rumah dan seluruh ruang aman tempat sang anak biasa berlindung, beban psikologis dan fisik yang dipikul oleh keluarga ini melonjak secara eksponensial. Kondisi riuh, bising, dan penuh sesak di dalam tenda darurat sering kali memicu tingkat kecemasan (anxiety) dan tantangan sensorik yang berat bagi anak-anak dengan spektrum autisme.

Tim donasi barang bersama salah satu korban kebakaran yang juga siswa binaan Yayasan Cahaya keluarga Fitrah

Melihat adanya berbagai keterbatasan ekonomi yang dihadapi oleh keluarga tersebut, ditambah dengan kondisi sosial masyarakat sekitar yang juga sedang terpuruk akibat bencana, potret ini menjadi “kacamata besar” sekaligus kompas penggerak bagi Tim Sibara Action untuk datang berkunjung secara personal. Kami menyadari bahwa bantuan kemanusiaan tidak boleh hanya sekadar membagi-bagikan paket secara massal, melainkan harus mampu menyentuh sisi kemanusiaan yang paling rapuh melalui pendekatan yang inklusif dan penuh empati.

Guna memastikan bahwa bantuan yang dibawa memiliki nilai guna yang maksimal, kontekstual, dan langsung meringankan beban domestik harian keluarga korban, Yayasan Donasi Barang Indonesia membagi paket bantuan ke dalam dua kategori logistik utama yang saling melengkapi:

Kategori pertama berfokus pada alat penunjang kelangsungan hidup domestik dan sanitasi pasca-bencana. Dalam kategori ini, Tim Sibara Action menyalurkan komoditas penting berupa:

  • Pampers anak untuk menjaga higienitas balita di posko pengungsian.
  • Peralatan makan baru yang bersih dan higienis.
  • Tikar tebal sebagai alas tidur darurat agar terhindar dari dinginnya lantai tanah.
  • Lemari plastik portabel untuk menata pakaian bantuan agar tidak kotor.
  • Dispenser dan kompor gas beserta kelengkapannya.

Kehadiran kompor dan dispenser mandiri ini diharapkan dapat memicu kemandirian keluarga korban agar mereka bisa mengolah makanan mandiri atau menyeduh air hangat tanpa harus terus-menerus mengantre di dapur umum pusat yang padat.

Kategori kedua tidak kalah krusial, yaitu pemenuhan kebutuhan pangan (logistik dasar) yang esensial untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh para korban di masa-masa sulit. Donasi Barang membawa serta bantuan pangan pokok berupa:

  • Beras premium
  • Mie instan
  • Gula pasir
  • Minyak goreng bersih
  • Air mineral galon dalam jumlah yang memadai.

Sinergi antara bantuan perangkat rumah tangga darurat dan pasokan pangan bergizi ini dirancang secara cermat sebagai sebuah paket stimulan awal, agar keluarga penyintas memiliki modal fisik dan moril untuk mulai menata kembali kehidupan mereka dari titik nol dengan martabat yang tetap terjaga.

Keberhasilan pergerakan kemanusiaan di Pasar Jiung Kemayoran ini tentu tidak lahir dari ruang hampa. Ada tetesan keringat, untaian doa, dan kebaikan hati dari ratusan orang yang bergerak di belakang layar. Oleh karena itu, segenap jajaran manajemen dan relawan lapangan Yayasan Donasi Barang Indonesia mengucapkan beribu terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Donatur yang telah meluangkan segalanya baik itu materi, waktu, tenaga, maupun pikiran—untuk mendukung gerakan kemanusiaan ini melalui pos-pos donasi yang kami kelola.

Tumpukan puing puing bangunan yang telah hangus terbakar

Dengan teguh mengusung jargon dan komitmen utama melalui tagar #BersamaMemberiManfaat, Tim Donasi Barang menegaskan bahwa aksi sosial ini bukanlah titik akhir. Kami tidak akan pernah berhenti untuk bergerak, mengetuk pintu-pintu kebaikan, dan menyalurkan kebermanfaatan kepada lapisan masyarakat yang sedang membutuhkan di berbagai pelosok daerah. Selama air mata akibat bencana masih menetes dan selama pundak sesama kita masih memerlukan sandaran, Sibara Action akan terus hadir di garis depan sebagai jembatan kebaikan.

Semoga apa yang telah Anda transformasikan menjadi donasi barang dan pangan ini tidak hanya bernilai sebagai bantuan fisik semata, melainkan menjelma menjadi aliran berkah yang tak terputus. Semoga bantuan ini mampu membawa kembali kehangatan semangat yang sempat padam, mengukir senyuman tulus di tengah duka, serta menyalakan lentera harapan baru bagi masa depan para korban yang saat ini sedang berjuang untuk bangkit kembali.

Tangan yang memberi tidak akan pernah berkekurangan. Mari terus bergandengan tangan untuk kemanusiaan!

Kontributor : Fami & Ucok Penulis : Lando Editor : Nanda hermawan

IMG_1846
ARTIKELBERITAKEGIATAN

Merengkuh Asa dari Balik Puing Sisa Kebakaran di Hariang, Sumedang

Berbagi adalah sebuah perjalanan panjang yang tidak pernah benar-benar memiliki garis akhir. Terkadang, rute yang sudah kita petakan dengan saksama harus berbelok sejenak demi menjawab sebuah panggilan kemanusiaan yang mendesak. Begitulah yang terjadi pada kami, tim Donasi Barang, di sela-sela hiruk-pikuk persiapan keberangkatan menuju lokasi penyaluran rutin kami.

Di tengah kesibukan tim menyortir pakaian, menyiapkan sembako, dan memastikan kesiapan armada untuk agenda besar Touring Sedekah Edisi Ke-30, sebuah kabar duka memecah konsentrasi kami. Pesan darurat itu datang dari seorang Sahabat SiBara di Sumedang. Telah terjadi musibah kebakaran yang menghanguskan kediaman salah satu saudara kita di Jalan Hariang, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Harta benda luluh lantak dilalap si jago merah. Keluarga tersebut kehilangan tempat bernaung, pakaian, dan segala perabotan dalam sekejap mata. Mendengar kabar tersebut, rasa kemanusiaan kami seketika terpanggil. Program tanggap darurat SiBara Action langsung diaktifkan. Kami bertekad, perjalanan ke Sumedang kali ini bukan sekadar rutinitas penyaluran tiga bulanan, melainkan sebuah misi penyelamatan harapan bagi mereka yang baru saja kehilangan segalanya.

Setiap musibah selalu datang tanpa mengetuk pintu, menyergap di saat manusia berada dalam titik paling lengah. Hal ini tergambar jelas dari penuturan pilu Bapak, sang pemilik rumah, saat menceritakan kronologi malam nahas tersebut kepada tim kami.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 11 malam. Suasana desa di Jalan Hariang sudah sepi, diselimuti hawa dingin khas Sumedang yang menusuk tulang. Malam itu, Bapak baru saja pulang setelah menghabiskan waktu sejenak di warung kopi sekitar. Begitu tiba di rumah, rasa kantuk yang mendera membuatnya langsung merebahkan diri untuk beristirahat.

Namun, kedamaian malam itu hanya berlangsung sesaat. “Tabuh 11 wengi kajantenan. Eta kajantenan teh tinu konslet listrik,” tutur beliau dengan tatapan yang masih menyiratkan trauma mendalam. Sebuah korsleting listrik, yang kemungkinan besar bermula dari area ujung dekat dapur, memicu percikan api.

Dalam hitungan kurang dari dua menit, percikan kecil itu menjelma menjadi monster api yang rakus. “Untungna sare can pules nya A. Abdi nuju gogoleran tah di dieu,” kenangnya. Kesadaran yang belum sepenuhnya hilang menjadi penyelamat nyawanya malam itu. Saat ia membuka mata, api sudah membesar dan mengepung sebagian rumahnya. Kepanikan pecah. Ia berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan, menyadari bahwa keluarganya masih berada di posisi atas rumah.

“Pas uih deui teh, tos dugi ka dieu seuneu teh. Sing horeng meureun abdi gogorowokan teh tos di luhur,” lanjutnya dengan suara bergetar. Warga sekitar yang terbangun karena teriakan tersebut segera berdatangan, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, struktur bangunan dan barang-barang yang mudah terbakar membuat si jago merah terlalu perkasa untuk ditaklukkan dengan cepat.

Alhamdulillah, di tengah kerugian material yang tak ternilai harganya, Tuhan masih memberikan karunia terbesar-Nya: keselamatan jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. “Alhamdulillahna teu aya nu ngararoyong (tidak ada korban jiwa) lah,” ucap tim kami saat mendengarkan kisah tersebut, yang langsung diamini oleh beliau. Pada akhirnya, yang berhasil diselamatkan hanyalah nyawa dan sehelai pakaian yang melekat di badan, serta sebuah kasur yang sempat ditarik keluar. Selebihnya, hangus menjadi abu.

Berbekal informasi tersebut, tim SiBara Action segera menyiapkan paket bantuan khusus tanggap darurat. Kendaraan operasional yang berangkat dari Bekasi dipacu membelah jalanan antarkota, membawa amanah kepedulian dari para donatur.

Kedatangan kami di puing-puing sisa kebakaran di Jalan Hariang adalah sebuah kejutan yang sama sekali tidak disangka oleh pihak keluarga. “Hapunten sateuacanna ngarerepot dugi ka dieu nya dadakan, nya nu namina musibah teu aya nu terang,” sapa tim kami saat pertama kali menjabat tangan beliau.

Bapak menyambut kami dengan senyum haru yang sulit disembunyikan. Di tengah duka yang masih pekat, kehadiran saudara-saudara dari tempat yang jauh memberikan sebuah suntikan kekuatan moral yang luar biasa. Ia menyadari bahwa keluarganya tidak berjuang sendirian.

“Terima kasih banyak sekali lagi… mudah-mudahan dari tim Bapak semua atas apa yang telah Bapak datang ke sini jauh-jauh intinya dari Bekasi tadi… bermanfaat bagi saya dan saudara saya di sini. Mudah-mudahan apapun itu kita sebagai manusia hanya bisa seperti ini, dibalasnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lebih pasti,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, mewakili rasa syukur seluruh anggota keluarganya.

Bagi keluarga penyintas kebakaran, hari-hari pertama pascabencana adalah masa transisi yang paling berat. Mereka harus beradaptasi dengan kondisi hilangnya fasilitas dasar untuk bertahan hidup. Tidur tanpa alas, menahan dingin tanpa selimut, dan kesulitan untuk sekadar memasak air atau makan.

Memahami urgensi tersebut, SiBara Action tidak datang dengan tangan kosong. Berkat kedermawanan Sahabat SiBara serta kolaborasi dengan GIS Peduli, kami membawa berbagai kebutuhan esensial yang dirancang khusus untuk mempercepat proses pemulihan darurat (emergency recovery).

  • Pemenuhan Kebutuhan Istirahat : Kami menyerahkan 4 buah matras dan 1 kasur lantai, lengkap dengan 4 buah bantal dan 2 set bedcover yang tebal. Bantuan ini sangat krusial agar keluarga tidak perlu lagi tidur beralaskan lantai yang dingin.
  • Air Bersih : Untuk memastikan kebutuhan hidrasi keluarga terpenuhi dengan layak, kami menyalurkan 1 set galon beserta air mineralnya, ditambah 1 unit dispenser.
  • Ketahanan Pangan Darurat: Sebuah paket Sembako lengkap dan 1 unit kompor portable diserahkan agar keluarga bisa segera memasak makanan secara mandiri tanpa harus terus bergantung pada dapur umum atau bantuan makanan matang dari tetangga. Kami juga menyertakan 1 dus alat makan untuk menggantikan peralatan dapur yang telah hancur lebur.
  • Pakaian dan Penyimpanan: Menyadari bahwa hanya pakaian di badan yang tersisa, kami membawakan 1 karung Pakaian Layak Pakai (PLP) yang telah disortir dan siap digunakan. Agar pakaian dan barang-barang bantuan ini tidak tercecer, kami juga memberikan 1 unit lemari plastik yang praktis dan mudah dirakit sebagai tempat penyimpanan sementara.

Setiap barang tersebut diserahkan langsung di lokasi, disaksikan oleh tetangga dan kerabat yang turut bergotong royong membantu membersihkan sisa-sisa puing. Sentuhan barang-barang fisik ini bukan sekadar bantuan material; ia adalah simbol bahwa harapan masih ada, bahwa fondasi kehidupan bisa dibangun kembali dari titik nol.

Waktu terus bergulir, dan tanggung jawab besar masih menanti kami. Setelah memastikan seluruh bantuan SiBara Action tersalurkan dengan baik dan kondisi keluarga sedikit lebih tenang, tiba saatnya bagi tim untuk mohon pamit. Agenda Touring Sedekah Ke-30 belum usai, ratusan penerima manfaat lainnya di titik ketiga di daerah Desa Ranggasari, Surian telah menanti kedatangan kami.

“Paling abdi bade lanjut ka lokasi katilu. Jadi hapunten teu tiasa lami-lami. Mudah-mudahan barang anu dicandak ti Bekasi ka dieu bermanfaat kanggo Aa, keluarga, sadayana. Jeung sing enggal kabangun deui (Semoga rumahnya cepat terbangun lagi),” pamit perwakilan tim Donasi Barang.

“Amin, amin. Abdi ge hatur nuhun pisan ieu bapa kasumpingan bapa,” balas beliau sambil terus menggenggam tangan para relawan.

Kami melangkah pergi dari Jalan Hariang dengan membawa segudang pelajaran berharga. Musibah kebakaran ini kembali menampar kesadaran kita semua bahwa harta benda di dunia ini sifatnya sangat fana. Apa yang kita kumpulkan bertahun-tahun bisa lenyap menjadi abu hanya dalam waktu dua menit. Namun, amal kebaikan, kepedulian sosial, dan keikhlasan untuk berbagi adalah investasi abadi yang tidak akan pernah bisa dihanguskan oleh api.

Kisah dari Sumedang ini adalah cerminan nyata dari manifesto Donasi Barang. Barang-barang yang mungkin selama ini menumpuk di gudang rumah Anda seperti kasur lipat yang tak lagi dipakai, kompor portabel sisa camping tahun lalu, atau pakaian yang sudah tak muat di badan ternyata memiliki nilai keselamatan (lifesaving value) yang tak terhingga bagi mereka yang tiba-tiba kehilangan segalanya.

Keberhasilan respons cepat SiBara Action ini tidak lepas dari dukungan Anda, Sahabat SiBara, yang terus mempercayakan donasi barang maupun finansial kepada kami. Rantai kebaikan ini harus terus kita jaga dan kita perpanjang.

Bagi Anda yang saat ini tengah merapikan rumah, mari luangkan waktu sejenak. Pilah kembali barang-barang layak pakai yang sudah tidak digunakan. Hubungi tim Donasi Barang, dan biarkan kami yang mengantarkannya menjadi kebahagiaan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di berbagai pelosok daerah.

Mari bersama-sama kita buktikan, bahwa niat baik yang dieksekusi hari ini bisa menjadi benteng harapan bagi orang lain di esok hari. Karena bersama Donasi Barang, kita selalu percaya: Sisa-Sisa Tak Selalu Sia-Sia.

Nanda hermawan – Donasi Barang

DSCF9382
ARTIKELKEGIATAN

Merajut Harapan di Tanah Sumedang, Touring Sedekah Ke-30 Donasi Barang

Berjuta rasa dan cerita menjadi satu cinta dan kebahagiaan di daerah Sumedang. Kalimat ini bukanlah sekadar kiasan puitis, melainkan sebuah realitas yang kami saksikan dan rasakan sendiri dengan mata kepala. Sabtu, 13 Juni 2026, akan selalu tercatat sebagai salah satu hari yang paling membahagiakan dan sangat dinanti, tidak hanya oleh kami di tim Donasi Barang, tetapi juga oleh saudara-saudara kita di pelosok Jawa Barat. Pada hari itu, kami berkumpul menyatukan niat, menyalakan mesin kendaraan, dan membawa amanah besar dari Sahabat SiBara menuju jantung Kabupaten Sumedang.

Perjalanan ini adalah bagian dari program Touring Sedekah Edisi Ke-30, sebuah inisiatif rutin yang menjadi detak jantung pergerakan kami. Mengingat medan dan skala penyaluran yang cukup masif kali ini, kami menyadari bahwa kebaikan akan semakin berdampak jika dilakukan bersama-sama. Oleh karena itu, pada edisi ke-30 ini, Donasi Barang dengan bangga berkolaborasi bersama GIS Peduli, saling berjibaku menyusuri jalanan menanjak dan berliku demi memastikan setiap titipan donatur sampai ke tangan yang tepat.

Membawa Amanah, Mengangkut Harapan

Iring-iringan kendaraan kami tidak hanya memuat relawan, tetapi juga membawa berton-ton logistik kebaikan. Setiap kardus yang kami angkut dan setiap karung yang kami ikat erat di kendaraan mewakili doa dari para donatur. Dalam Touring Sedekah kali ini, kami membawa manifestasi nyata dari kampanye #GakSiaSia, yang terdiri dari:

  • Sembako : 400 paket pangan pokok (di mana 100 paket di antaranya disiapkan secara khusus oleh rekan-rekan GIS Peduli).
  • Pakaian Layak Pakai (PLP) : 60 karung atau sekitar 3.000 pieces pakaian beragam ukuran yang telah disortir rapi.
  • Kebutuhan Pendidikan & Anak : 150 paket Alat Tulis Kantor (ATK), 150 paket mainan edukatif, 4 dus berisi 80 pieces tas sekolah, serta 4 dus berisi 100 pasang sepatu.
  • Perlengkapan Ibadah : 4 karung berisi 160 pieces alat ibadah (mukena, sarung, sajadah).
  • Alat Kesehatan : 5 pasang tongkat bantu jalan untuk lansia yang membutuhkan.

Membawa logistik sebanyak ini tentu memiliki tantangannya tersendiri, namun kelelahan di perjalanan seketika luntur saat kami membayangkan senyum warga yang sudah menanti di titik lokasi.

Tiga Titik Kebaikan, Ribuan Senyum Kebahagiaan

Untuk memastikan distribusi merata dan tepat sasaran, tim membagi wilayah penyaluran ke dalam tiga titik utama di Kabupaten Sumedang. Setiap lokasi meninggalkan jejak emosional yang mendalam bagi kami.

Titik Pertama : Kehangatan Pagi di Marga Jaya Pemberhentian pertama kami adalah daerah Marga Jaya, Kabupaten Sumedang. Udara pagi yang masih sejuk menyambut kedatangan tim. Di balai pertemuan setempat, sebanyak 200 penerima manfaat telah berkumpul dengan tertib. Dari jumlah tersebut, setelah melalui proses kurasi dan koordinasi dengan tokoh masyarakat lokal, 100 keluarga yang paling membutuhkan (lansia dhuafa, janda, dan pekerja harian lepas) menerima paket sembako lengkap.

Sisanya, warga dengan antusias memilih Pakaian Layak Pakai dari 20 karung yang kami sediakan. “Alhamdulillah, Gusti… berasnya pas banget buat makan keluarga minggu ini, bajunya juga masih bagus-bagus pisan,” ujar seorang ibu paruh baya sambil memeluk erat paket sembako yang diterimanya. Mata beliau berkaca-kaca, memancarkan kelegaan yang luar biasa.

Titik Kedua : Suka Cita Anak-Anak di Hariang, Buah dua Matahari mulai meninggi saat rombongan tiba di lokasi kedua: Jalan Hariang, Kecamatan Buah dua. Di sini, antusiasme warga terasa lebih meriah karena banyaknya anak-anak yang menyambut. Sebanyak 340 penerima manfaat hadir, dan 150 paket sembako disalurkan kepada mereka yang berhak.

Momen paling mengharukan di Buahdua adalah saat kami membagikan paket mainan, alat tulis, tas, dan sepatu. Anak-anak yang biasanya memakai sepatu usang ke sekolah kini memiliki sepatu dan tas baru. Tawa ceria mereka pecah saat mendapatkan paket mainan. Mereka berlarian memamerkan barang-barang tersebut kepada orang tuanya. Di sudut lain, 20 karung pakaian layak pakai juga disambut dengan rasa syukur yang tak terhingga oleh warga setempat.

Titik Ketiga: Senja Penuh Syukur di Desa Ranggasari, Surian Menjelang sore, kami mencapai titik penyaluran terakhir di Desa Ranggasari, Kecamatan Surian. Jalanan menuju desa ini cukup menantang, namun sambutan hangat dari 300 warga seketika menghapus semua penat. Di titik ini, 150 paket sembako kembali didistribusikan.

Di Ranggasari, kami juga menyerahkan bantuan alat kesehatan berupa 5 pasang tongkat bantu jalan kepada beberapa lansia yang selama ini kesulitan beraktivitas. Salah seorang kakek penerima tongkat meneteskan air mata, tangannya yang gemetar menggenggam erat tangan relawan kami sambil tak henti-hentinya merapalkan doa kebaikan. Penyaluran alat ibadah dan 20 karung PLP terakhir menutup rangkaian kegiatan hari itu dengan sempurna, diiringi langit senja Sumedang yang indah.

Rantai Kebaikan yang Tidak Terputus

Segala senyum, air mata bahagia, dan doa yang terucap dari warga Sumedang hari ini bukanlah pencapaian kami semata. Ini adalah kemenangan kepedulian Anda semua.

Kami dari lubuk hati yang terdalam mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh Sahabat SiBara. Terima kasih karena telah mendukung, mengawal, dan mempercayakan kami untuk menjadi jembatan kebaikan Anda, sehingga amanah ini bisa benar-benar tiba di tangan mereka yang berhak menerimanya.

Apresiasi khusus dan rasa hormat juga kami haturkan kepada mitra kolaborasi kami, GIS Peduli. Terima kasih telah membersamai kami, menembus lelah, dan berjibaku bersama di lapangan agar Touring Sedekah Edisi ke-30 ini berjalan dengan lancar dan sukses.

Tidak lupa, keberhasilan pengumpulan logistik yang masif ini tentu tidak lepas dari peran strategis perusahaan-perusahaan yang telah berkolaborasi melalui program Drop Box Donation Donasi Barang. Dukungan dari sektor institusi dan korporasi ini membuktikan bahwa kesadaran akan ekonomi sirkular dan kepedulian sosial semakin meluas. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  1. DJA Kemenkeu
  2. PT. Lion Superindo
  3. PT. Lion Express (Lion Parcel)
  4. PT. Jasa Angkasa Semesta
  5. TK Islam Darussalam Cikunir

Sisa-sisa barang di rumah atau di kantor Anda, hari ini telah menjelma menjadi sumber kehidupan, kelengkapan ibadah, perlengkapan belajar, dan kebahagiaan sejati bagi ratusan warga di Sumedang. Semoga setiap barang yang Anda donasikan, setiap langkah yang Anda niatkan, dicatat sebagai amal kebaikan yang pahalanya mengalir tanpa henti.

Mari terus bergerak, terus memilah, dan terus berbagi. Sampai jumpa di Touring Sedekah edisi berikutnya!

Nanda hermawan – Donasi Barang

1000697748
BERITAKEGIATAN

Ketika Car Free Day Kota Bekasi Menjadi Panggung Gerakan untuk menyadarkan tentang Bom Waktu Bantar Gebang dan Urgensi Gerakan #GakSiaSia

Car Free Day (CFD) Kota Bekasi yang digelar di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga area Stadion Patriot Candrabhaga selalu diidentikkan dengan ruang pelepasan penat warga kota. Setiap Minggu pagi, ribuan masyarakat tumpah ruah untuk berolahraga, berburu kuliner, atau sekadar menikmati udara pagi yang relatif bersih dari kepulan asap kendaraan bermotor. Namun, ada yang berbeda pada gelaran CFD kemarin. Di tengah hiruk-pikuk pesepeda dan pejalan kaki, sebuah gerakan sosial berbasis lingkungan dan kemanusiaan mengambil alih perhatian publik.

Donasi Barang, organisasi sosial yang konsisten mengampanyekan pengelolaan barang bekas secara bertanggung jawab, kembali menghentak ruang publik melalui Gerakan #GakSiaSia. Momentum kali ini terasa jauh lebih spesial dan mendalam karena diselaraskan dengan momentum Hari Buku Nasional. Kolaborasi apik ini berhasil mengubah CFD yang biasanya hanya menjadi tempat rekreasi fisik, menjadi episentrum edukasi ekologi, aksi filantropi, dan perayaan literasi yang inklusif.

Bom Waktu Bantar Gebang dan Urgensi Gerakan #GakSiaSia

Untuk memahami mengapa aksi Donasi Barang di CFD Kota Bekasi kemarin begitu krusial, kita harus melihat realitas pahit yang terjadi hanya beberapa kilometer dari pusat kota. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang saat ini tidak sekadar penuh, melainkan sedang berada di fase kritis (overcapacity). Dengan volume kiriman sampah yang menembus angka 8.000 ton setiap harinya, gunungan sampah di sana telah menjulang setinggi 50 meter, setara dengan gedung 16 lantai.

Mirisnya, tumpukan raksasa itu tidak hanya berisi sisa makanan atau sampah organik, melainkan dipenuhi oleh sampah “salah alamat” barang-barang yang sebenarnya masih memiliki nilai guna tinggi seperti pakaian layak pakai, tas sekolah, sepatu, hingga peralatan dapur. Akibat perilaku konsumtif “pakai, bosan, buang”, barang-barang potensial ini berakhir tragis di TPA, memperparah ketidakstabilan struktur gunungan sampah, dan memperbesar risiko longsoran fatal yang mengancam nyawa para pekerja dan pemulung.

Gerakan #GakSiaSia lahir sebagai jawaban langsung atas krisis ini. Melalui aksi di CFD kemarin, Donasi Barang berupaya memotong jalur kehancuran lingkungan tersebut langsung dari sumbernya: kesadaran individu di tingkat hulu. Pesan yang dibawa sangat tegas dan menohok: Bumi tidak butuh sampah tambahan, bumi butuh aksi nyata kita.

Tiga Pilar Aksi di Jantung Kota. Sampah, Kesehatan, dan Literasi

Aksi lapangan yang dimotori oleh tim Donasi Barang dan para relawan kemarin tidak bergerak dengan satu dimensi saja. Mereka mengintegrasikan tiga pilar penting yang langsung menyentuh kebutuhan dan kesadaran masyarakat:

1. Posko Drop Box Donasi dan Edukasi Ekonomi Sirkular

Di salah satu sudut strategis CFD, tim mendirikan posko utama yang dilengkapi dengan Drop Box. Warga yang sebelumnya telah mendapatkan informasi melalui media sosial berbondong-bondong datang membawa kantong berisi pakaian bekas layak pakai, tas, dan mainan anak yang sudah tidak digunakan di rumah mereka.

Petugas dengan sigap menerima dan memberikan edukasi langsung mengenai konsep ekonomi sirkular. Kepada para pengunjung dijelaskan bahwa barang yang bagi mereka sudah “selesai” masa pakainya, akan menjadi aset produktif dan “modal” berharga bagi masyarakat menengah kebawah jika dikelola dengan benar. Sebuah tas sekolah bekas yang tersimpan berdebu di gudang rumah warga, jika disalurkan melalui sistem donasi sirkular, akan berubah menjadi pemantik motivasi dan senyum baru bagi seorang anak di pedalaman atau kawasan prasejahtera.

2. Spesial Hari Buku Nasional, Menghidupkan Lentera Literasi

Menyadari bahwa kemarin bertepatan dengan momentum Hari Buku Nasional, Donasi Barang memberikan porsi khusus untuk pengumpulan buku. Melalui sub-gerakan literasi ini, masyarakat diajak untuk melepas buku-buku bacaan, buku pelajaran, hingga komik mereka yang sudah selesai dibaca untuk didonasikan.

Buku-buku yang terkumpul tidak akan dibiarkan menumpuk. Tim Donasi Barang berkomitmen untuk mengkurasi dan mendistribusikannya ke taman bacaan masyarakat (TBM), sekolah-sekolah darurat, dan komunitas anak jalanan yang kekurangan akses terhadap bahan bacaan berkualitas. Langkah ini menjadi jembatan filantropi yang indah: menyelamatkan kertas dari ancaman menjadi sampah TPA, sekaligus menyalakan lentera pengetahuan di tempat-tempat yang paling membutuhkan.

3. Aksi Pungut Sampah (Clean Up) dan Layanan Kesehatan Gratis

Tidak hanya menunggu warga datang ke posko, para relawan yang mengenakan kaos khas gerakan #GakSiaSia juga bergerak aktif menyisir jalur CFD membawa kantong sampah besar. Mereka melakukan aksi pungut sampah plastik dan anorganik yang berserakan, sekaligus memberikan contoh langsung kepada para pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan ruang publik.

Sebagai bentuk apresiasi dan timbal balik kepada masyarakat yang melintas, Donasi Barang juga menyediakan fasilitas cek kesehatan gratis. Warga yang sedang berolahraga dapat mampir untuk memeriksakan tekanan darah dan berkonsultasi ringan mengenai pola hidup sehat. Pendekatan holistik ini berhasil menciptakan atmosfer kampanye yang positif, merangkul, dan tidak menggurui.

4. Layanan Cek Kesehatan Gratis

Sebagai organisasi yang juga memiliki fokus pada kesejahteraan sosial, pilar keempat ini dihadirkan melalui integrasi program kesehatan internal Donasi Barang di ruang publik. Fasilitas cek kesehatan gratis ini disediakan bagi warga yang sedang berolahraga di area CFD sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kualitas hidup masyarakat. Untuk memastikan pelayanan yang aman dan akurat, seluruh rangkaian pemeriksaan. mulai dari pengecekan tekanan darah hingga konsultasi kesehatan ringan dilakukan secara langsung oleh tenaga kesehatan (nakes) ahli yang kompeten di bidangnya. Pendekatan holistik yang memadukan kampanye kelestarian alam dengan kepedulian kesehatan fisik ini berhasil menciptakan atmosfer aksi yang hangat, inklusif, dan menyentuh kebutuhan mendasar warga.

Apresiasi untuk Para Penggerak Perubahan

Keberhasilan aksi besar di CFD kemarin tentu tidak lepas dari dedikasi luar biasa para relawan dan partisipan publik. Salah satu bentuk penghargaan tertinggi yang diberikan oleh organisasi adalah penyerahan Sertifikat Apresiasi secara simbolis kepada para sukarelawan, Sarah Zeta Amani, Rasya Rafdi Fadhilah, Sylva Rusydah, Rayyan Jihad Hasani,Arzetta Aleyda Putri yang terlibat aktif dalam Volunteer Program Gak Sia-Sia Donasi Barang.

Penghargaan ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan bukti otentik bahwa perubahan besar selalu dimulai dari komitmen-komitmen kecil individu yang bergerak bersama. Sertifikat ini menandai kontribusi nyata mereka dalam membantu menekan laju kerusakan lingkungan dan menginspirasi masyarakat luas untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih berkelanjutan (sustainable living).

Mengubah Pola Pikir Buang Menjadi “Berbagi”

Aksi Gerakan #GakSiaSia di Car Free Day Kota Bekasi kemarin memberikan sebuah pelajaran berharga bagi kita semua. Masalah sampah di kota besar seperti Bekasi dan Jakarta tidak akan pernah selesai jika kita hanya mengandalkan perluasan lahan TPA atau teknologi pengolahan di hilir. Kunci utama penyelesaian krisis ini ada pada pergeseran paradigma (shifting paradigm) masyarakat.

Kita harus mulai memahami bahwa di dalam dunia yang serba terbatas ini, tidak ada kata “dibuang”. Ketika kita melemparkan sebuah barang layak pakai ke tempat sampah, barang itu tidak hilang begitu saja; ia hanya berpindah tempat, menumpuk, dan bermutasi menjadi bom waktu ekologis di Bantar Gebang.

Mendonasikan barang layak pakai adalah bentuk investasi sosial dan lingkungan terbaik yang bisa kita lakukan hari ini. Kita tidak hanya sedang membersihkan rumah dari barang-barang yang menumpuk, tetapi kita sedang memutuskan rantai kesia-siaan, memperpanjang napas bumi, dan mentransfer berkah serta harapan kepada sesama manusia yang membutuhkan.

Gerakan kemarin memang telah usai, namun denyut aksinya tidak boleh berhenti. Jangan biarkan barang-barang di lemarimu membeku tanpa manfaat. Mari pilah hari ini, hubungi Donasi Barang, dan pastikan setiap jejak hidup kita di bumi ini benar-benar membawa kebaikan dan #GakSiaSia.

Nanda hermawan – Donasi Barang

WhatsApp Image 2026-05-05 at 10.56.16 (5)
ARTIKELBERITAKEGIATANUncategorized

Mengukuhkan Kemandirian, Menjaga Akar Nilai Kemanusiaan

Perjalanan sebuah lembaga sosial yang terus membesar menuntut adanya penyesuaian struktural dan operasional yang matang. Dalam pertemuan strategis terbaru antara Dewan Pembina, Founder & CEO Donasi Barang, terungkap sebuah visi besar mengenai masa depan organisasi. Diskusi ini tidak hanya menyoroti pencapaian yang telah diraih, tetapi juga membedah tantangan administratif, legalitas, dan operasional yang harus segera dibenahi agar pergerakan organisasi tetap berada di jalur yang tepat dan berkelanjutan.

Langkah menuju kemandirian di dalam institusi menjadi tema sentral dalam pertemuan tersebut. Mengelola pertumbuhan organisasi yang pesat membutuhkan lebih dari sekadar semangat kerelawanan. Ia membutuhkan sistem yang terstruktur, akuntabilitas yang terukur, dan kepatuhan pada regulasi yang berlaku di Indonesia.

Legalitas Lebih Dari Sekadar Formalitas di Atas Kertas

Salah satu poin utama yang ditegaskan dalam pertemuan tersebut adalah pemahaman mendalam mengenai makna legalitas. Legalitas bagi Donasi Barang bukanlah sekadar formalitas yang kosong atau sekadar pemenuhan syarat administratif. Sebaliknya, pengesahan hukum ini membawa konsekuensi operasional yang sangat nyata.

Dengan entitas legal yang baru, Lembaga dituntut untuk benar-benar memahami dan mengimplementasikan kemandirian secara utuh, terutama dalam hal pengembangan lembaga, pencatatan, dan pertanggung jawaban. Selama ini, secara role Donasi Barang masih dibantu oleh Yayasan Cagar (Cahaya Keluarga Fitrah), namun saat ini Donasi Barang dituntut untuk mulai mandiri secara administratif.

Meski didorong untuk mandiri, Yayasan Cagar dipastikan tidak akan lepas tangan begitu saja. Tanggung jawab mengelola lembaga sosial adalah amanah yang besar. Oleh karena itu, tim Cagar akan terus bertindak sebagai pembina dan pengawas. Dalam struktur ini, telah ditetapkan pembagian peran yang jelas, di mana terdapat Dewan Pembina serta jajaran pengawas yang diisi oleh tokoh-tokoh seperti Bapak Anang Rachmadi, Ustad Deka Kurniawan, Ibu Ismunawaroh, dan Ibu Eka Widyani Latief. Mereka memiliki kewajiban moral dan institusional untuk terus memberikan dukungan, masukan, dan arahan agar semangat belajar serta kapasitas manajerial tim Donasi Barang semakin meningkat.

Harmonisasi Gerak Secara De Facto Menyatu, Secara Yuridis Mandiri

Kemandirian yang dimaksud dalam diskusi ini berfokus pada strategi kelembagaan dan administratif. Secara de facto atau di lapangan, semangat, nilai-nilai, dan kegiatan antara Cagar dan Donasi Barang akan tetap menyatu. Hal ini sangat penting ditekankan agar tidak terjadi mispersepsi atau kekeliruan pemahaman di kalangan relawan dan tim lapangan saat mendengar adanya identitas entitas yang baru.

pertemuan dengan Dewan Pembina serta jajaran pengawas yang diisi oleh tokoh-tokoh seperti Bapak Anang Rachmadi, Ustad Deka Kurniawan, Ibu Ismunawaroh, dan Ibu Eka Widyani Latief.

Navigasi Perizinan Sosial di Tengah Regulasi Nasional

Seiring dengan membesarnya skala operasional, kepatuhan terhadap perizinan menjadi mutlak. Regulasi di Indonesia saat ini sudah semakin teratur, mencakup dari sisi pengelolaan keuangan hingga pergerakan yayasan.

Diskusi menyoroti perlunya Donasi Barang menyesuaikan status perizinannya. Saat ini, untuk tahap awal, perizinan domisili dan operasional dapat diurus di tingkat provinsi, misalnya di Jawa Barat, apabila cakupan areanya masih terbatas di dua provinsi. Namun, terdapat proyeksi regulasi yang mengharuskan organisasi untuk mengurus perizinan ke tingkat nasional melalui Kementerian Sosial apabila operasional dan dampak layanannya sudah meluas dan menjangkau lebih dari tiga provinsi. Oleh karena itu, penataan perizinan secara bertingkat, dari kecamatan, kota, provinsi, hingga nasional. menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dipersiapkan sejak dini.

Akar dari pergerakan ini tidak dapat dipisahkan dari misi kemanusiaan yang jauh lebih awal, yakni dedikasi untuk mendukung anak-anak spesial yang dibina oleh Cagar Foundation melalui Rumah Autis. Sejak awal berdirinya, fokus utama gerakan ini adalah memberikan pendampingan dan pembiayaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan layanan pendidikan dan terapi yang layak. Pada masa itu, inisiatif penggalangan barang belum menggunakan nama yang dikenal luas saat ini. Setelah melalui berbagai proses evaluasi dan beberapa kali pergantian identitas, barulah pada awal tahun 2017 nama Donasi Barang resmi diperkenalkan. Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan perkenalan pola gerakan baru dalam ekosistem filantropi dan sirkular ekonomi yang terus berkembang hingga menjadi institusi yang kita kenal sekarang.

Memperkuat Akuntabilitas melalui Audit Publik dan Mitigasi Risiko

Seiring dengan pertumbuhan skala organisasi yang semakin masif, Donasi Barang kini dihadapkan pada tanggung jawab manajerial yang lebih kompleks, terutama dalam menjaga kepercayaan publik. Skala operasional yang besar membawa tantangan tersendiri, khususnya terkait kepatuhan terhadap standar akuntansi dan regulasi perpajakan yang berlaku di Indonesia. Salah satu isu krusial yang memerlukan penanganan profesional adalah status “nilai nol” pada barang-barang hasil donasi. Ketika barang-barang tersebut dikelola, dinilai, dan dijual kembali, muncul kebutuhan mendesak untuk memiliki standar pelaporan yang presisi guna memastikan setiap transaksi memiliki perlakuan pajak yang tepat secara hukum. Hal ini menuntut adanya kajian mendalam serta konsultasi berkelanjutan dengan pakar perpajakan agar seluruh aktivitas ekonomi organisasi tetap berada dalam koridor legalitas yang jelas.

Untuk mengantisipasi berbagai risiko operasional mulai dari potensi penyimpangan internal, kebocoran dalam rantai distribusi, hingga menghindari prasangka publik akibat pendokumentasian yang tidak sempurna, Dewan Pembina menegaskan pentingnya langkah proaktif melalui audit oleh akuntan publik. Praktik ini telah lebih dahulu diimplementasikan secara konsisten oleh Cagar Foundation sebagai induk organisasi, dan kini Donasi Barang didorong untuk mengadopsi standar emas yang sama. Audit publik bukan sekadar pemeriksaan angka, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat kredibilitas institusi di hadapan regulator, seperti Kementerian Sosial, dan lembaga negara lainnya. Melalui audit yang transparan, organisasi dapat lebih kuat dalam melakukan klaim pajak yang sah, misalnya mengusulkan klasifikasi pajak nihil bagi pendapatan yang sepenuhnya dialokasikan kembali untuk program sosial.

Langkah menuju transparansi paripurna ini juga harus didukung dengan penerapan mekanisme verifikasi penyaluran yang ketat dan penggunaan standar pelaporan digital yang baik. Setiap amanah yang dititipkan oleh donatur dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan profesional, memastikan bahwa semangat awal membantu anak-anak spesial di Rumah Autis tetap terjaga keberlanjutannya dalam jangka panjang dan membantu saudara kita yang membutuhkan di berbagai daerah.

Kembali ke Khittah Misi Sosial sebagai Panglima

Di tengah pembahasan mengenai legalitas, dan ekspansi, pertemuan ini ditutup dengan sebuah pengingat penting mengenai akar berdirinya lembaga. Misi awal Donasi Barang dibentuk adalah untuk mendukung secara langsung kebutuhan Yayasan Cagar, Sekolah Sakura, Rumah Autis, serta para relawan.

Mindset ini harus terus dipertegas Donasi Barang tidak bergerak semata-mata untuk mencari himpunan. Manfaat keberadaan lembaga ini harus bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. tidak hanya oleh relawan maupun sebagai mesin penggerak yang mendukung biaya operasional program pendidikan dan pemberdayaan disabilitas. Di tengah tantangan lapangan seperti masalah pendanaan, kebutuhan guru, sarana prasarana, hingga kapasitas sekretariat, visi sosial ini harus tetap menjadi kompas utama.

Melalui langkah-langkah pembenahan ini, Donasi Barang diharapkan tidak hanya menjadi lembaga yang kuat secara operasional dan finansial, tetapi juga semakin berdampak luas dalam menyebarkan kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia.

Nanda hermawan – Donasi Barang


8
BERITAKEGIATAN

Mengalirkan Kebaikan di CFD Bekasi dalam Momentum Hari Buku Nasional

Pernahkah kita mengambil waktu sejenak untuk merenung di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat ini? Tentang ke mana perginya energi, waktu, dan barang-barang yang kita abaikan? Sering kali, kita terjebak dalam rutinitas yang tanpa disadari mengarah pada kesia-siaan. Detik yang terbuang tanpa makna, pakaian yang menumpuk di sudut lemari hingga berdebu, atau lembaran buku yang tak lagi dibuka hingga menguning. Padahal, setiap hal kecil yang kita anggap “sisa” atau “tak lagi berguna” memiliki potensi besar untuk menjadi cahaya bagi sesama dan alam semesta. Menghargai apa yang kita miliki dan menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan refleksi dari kualitas kemanusiaan kita. Hidup yang bermakna adalah hidup yang mampu mengubah setiap potensi kesia-siaan menjadi energi kebaikan yang terus mengalir tanpa henti.

Semangat inilah yang melandasi pergerakan kami pada tanggal 17 Mei 2026 mendatang. Donasi Barang, melalui program unggulannya “Gak Sia-Sia” (Gerakan Anti Kesia-Siaan), hadir menyapa warga di tengah keramaian Car Car Free Day (CFD) Kota Bekasi. Acara spesial ini terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional. Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kaki yang bergerak bersama di jalanan yang sama, serta dari halaman-halaman buku yang membuka cakrawala pengetahuan.

Aksi Pungut Sampah, Pesan Cinta untuk Lingkungan Bekasi

Sepanjang jalur CFD Bekasi, tim Donasi Barang melakukan aksi nyata pungut sampah. Mengenakan atribut khas, kami menyisir setiap sudut jalanan untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal. Namun, ini bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa. Di sepanjang barisan, para relawan membawa papan bicara berisi kata-kata edukasi tentang “Anti Kesia-Siaan”.

Tim Donasi Barang Sedang melaksanakan kegiatan aksi pungut sampah yang di mulai dari taman Kota Bekasi

Edukasi ini bertujuan menyentuh kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kami mengajak warga Bekasi untuk berhenti melakukan hal-hal yang sia-sia, termasuk kebiasaan membuang sampah sembarangan. Setiap helai sampah yang dipungut adalah pesan visual bahwa lingkungan yang bersih adalah cermin dari jiwa yang peduli. Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga bumi adalah salah satu cara paling nyata untuk melawan kesia-siaan dalam hidup.

Drop box Donation, Solusi Decluttering yang Bermakna

Tidak jauh dari jalur utama, kami juga mendirikan sebuah stand edukatif yang menarik perhatian pengunjung. Di sana, kami menghadirkan Drop box Donasi Barang. Kotak donasi ini didesain secara khusus dengan tampilan yang modern, estetis, dan informatif. Drop box ini menjadi solusi praktis bagi warga yang ingin melakukan decluttering atau membersihkan rumah dari barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi.

Alih-alih membiarkan pakaian, buku, atau peralatan rumah tangga menumpuk dan menjadi limbah, masyarakat dapat mendonasikannya melalui Dropbox ini. Barang-barang tersebut nantinya akan dikelola secara profesional untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan atau diputar kembali nilai manfaatnya. Melalui kotak ini, kita belajar bahwa barang yang sudah tidak berguna bagi kita, bisa jadi adalah jawaban atas doa-doa orang lain di luar sana.

Layanan Cek Kesehatan Gratis bersama Dr. Arini Damayanti

Kepedulian Donasi Barang tidak hanya berhenti pada lingkungan dan barang bekas, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Di lokasi yang sama, kami menyelenggarakan layanan Cek Kesehatan Gratis. Kami sangat memahami bahwa kesehatan adalah aset paling berharga yang sering kali terabaikan dalam kesia-siaan gaya hidup yang tidak sehat.

Dr. Arini Damayanti sedang memeriksa Tim Donasi Barang yang akan melaksanakan kegiatan aksi pungut sampah yang di mulai dari taman Kota Bekasi

Didampingi oleh tenaga kesehatan profesional, Dr. Arini Damayanti, masyarakat dapat melakukan pengecekan kesehatan dasar tanpa dipungut biaya. Layanan ini meliputi:

  • Cek Gula Darah: Untuk deteksi dini risiko diabetes.
  • Pengecekan Tensi (Tekanan Darah): Memantau risiko hipertensi.

Dr. Arini Damayanti dan tim medis profesional memberikan konsultasi singkat serta edukasi bagi warga agar lebih menghargai tubuh dengan menjalankan pola hidup sehat. Ini adalah bentuk nyata dari misi kami: memastikan tidak ada kesehatan yang sia-sia karena kurangnya pemeriksaan dini.

Sinergi untuk Masa Depan yang Lebih Berarti

Kegiatan pada 17 Mei 2026 ini adalah bukti bahwa kolaborasi sosial dapat menyentuh berbagai aspek kehidupan sekaligus, mulai dari lingkungan, literasi, hingga kesehatan. Melalui Gerakan Gak Sia-Sia, Donasi Barang ingin membangun ekosistem di mana setiap “sisa” diubah menjadi “asa”.

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, hingga instansi di Bekasi untuk turut serta. Mari kita rayakan Hari Buku Nasional dengan aksi nyata, bukan sekadar kata-kata. Berhentilah membuang sampah sembarangan, pilahlah buku dan barang layak pakai Anda, serta periksalah kesehatan secara rutin.

Ingatlah, sisa-sisa di tangan Anda entah itu barang bekas, waktu luang, atau tenaga tak akan pernah sia-sia jika dialirkan menjadi sebuah kebaikan yang terorganisir. Sampai jumpa di CFD Kota Bekasi, mari bergerak bersama karena sisa-sisa, tak selalu sia-sia!


Link Terkait

Mari bergerak bersama Donasi Barang. Karena sisa-sisa, tak selalu sia-sia!

Nanda hermawan – Donasi Barang

WhatsApp Image 2026-04-12 at 17.15.31 (1)
KEGIATAN

Donasi Barang Salurkan Amanah Ribuan Sampo dari PT Castee International Indonesia

Kepedulian terhadap sesama adalah jembatan yang menghubungkan kita dalam kebaikan. Di tengah dinamika kehidupan yang terus berjalan, pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan akan kebersihan dan kesehatan diri. terkadang masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat kita. Yayasan Donasi Barang Indonesia selalu hadir dan berkomitmen penuh untuk menjadi penghubung antara kepedulian para donatur dengan mereka yang paling membutuhkan.

Pada hari Jum’at, 3 April 2026, sebuah kolaborasi kebaikan yang luar biasa kembali terwujud. Kami menerima titipan amanah yang sangat berharga dari PT Castee International Indonesia. Sebanyak 9.620 pcs sampo Nanairo diserahkan kepada kami untuk didistribusikan kepada masyarakat luas. Mewakili segenap pengurus yayasan, relawan, dan tentunya para penerima manfaat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan oleh PT Castee International Indonesia.

Bantuan berupa produk perawatan kebersihan seperti ini memiliki nilai yang sangat esensial. Seringkali, fokus bantuan hanya tertuju pada kebutuhan pangan, padahal produk kebersihan diri sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di panti asuhan, pemukiman padat penduduk, hingga daerah-daerah terpelosok.

Menyadari besarnya manfaat dari amanah ini, tim relawan Donasi Barang langsung merespons dengan langkah taktis di lapangan. Pemetaan lokasi penerima manfaat segera dilakukan agar distribusi dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan yang paling penting, tepat sasaran.

Alhamdulillah, berkat dedikasi tim dan kemudahan yang diberikan, kelancaran proses distribusi dapat terwujud. Hingga saat laporan ini diturunkan, sebanyak 7.440 pcs sampo Nanairo telah berhasil disalurkan langsung ke tangan masyarakat. Gerak cepat dari tim relawan ini sukses menjangkau 26 titik lokasi penyaluran yang tersebar di berbagai wilayah.

Di setiap titik penyaluran, kami menyaksikan langsung bagaimana bantuan ini disambut dengan antusiasme dan senyum syukur dari warga. Proses distribusi untuk sisa barang yang ada masih terus berlanjut dan akan segera kami rampungkan dalam waktu dekat, memastikan tidak ada satu pun amanah yang tidak sampai pada tujuannya.

Sinergi yang terbangun bersama PT Castee International Indonesia adalah bukti nyata bahwa ketika berbagai pihak bergandengan tangan, dampak positif yang dihasilkan akan jauh lebih luas dan bermakna. Sekali lagi, apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada pimpinan dan seluruh keluarga besar PT Castee International Indonesia.

Semoga kolaborasi luar biasa ini membawa keberkahan yang berlimpah bagi perusahaan, serta menjadi inspirasi yang memantik semangat perusahaan, lembaga, dan komunitas lainnya untuk turut melangkah bersama Yayasan Donasi Barang Indonesia dalam berbagai gerakan kebaikan di masa depan.

Nanda hermawan – Donasi Barang

hero-sibara-action-mts-attawakkal
BERITAKEGIATAN

SiBara ACTion Salurkan Bantuan Meja dan Perlengkapan Sekolah untuk MTs Attawakkal di Desa Neglasari, Sukabumi

Pendidikan adalah hak setiap anak, namun kenyataan di beberapa daerah terpencil masih jauh dari ideal. Salah satu contohnya adalah MTs Attawakkal, yang berlokasi di Kampung Selagombong, Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Anak-anak di sekolah ini masih berjuang dengan keterbatasan fasilitas, mulai dari meja belajar, kursi, hingga perlengkapan ibadah. Menyikapi kondisi tersebut, tim SiBara ACTion melalui program Donasi Barang hadir memberikan bantuan untuk meningkatkan kenyamanan belajar dan mendukung kegiatan pendidikan di sekolah.

Program Penyaluran Bantuan SiBara ACTion

Bantuan pendidikan kali ini difokuskan pada penyaluran 31 meja belajar, lengkap dengan 5 karung alat ibadah, 4 karpet, dan 2 dus seragam olahraga. Bantuan ini diserahkan secara langsung kepada kepala sekolah Lukman, pengurus sekolah, ulama setempat, dan para siswa. Penyaluran bantuan ini tidak hanya sekadar memberikan fasilitas fisik, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar dan mendukung aktivitas ibadah anak-anak di sekolah.

Perjalanan tim menuju desa ini tidak mudah, karena sekolah lain di sekitar wilayah ini tersebar jauh. Hal ini menjadikan akses bantuan menjadi lebih menantang, sehingga tim SiBara ACTion perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Namun, komitmen tim untuk memastikan anak-anak di daerah terpencil mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak tetap menjadi prioritas utama.

Kondisi Sekolah dan Desa

MTs Attawakkal memiliki 6 kelas, namun fasilitas kamar mandi yang tersedia sudah tidak layak digunakan. Desa sekitar sekolah juga menghadapi kekurangan air bersih selama satu tahun, di mana warga hanya mengandalkan sumur bor masjid dan mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini menjadi perhatian tim, terutama dalam upaya mendukung pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup masyarakat desa.

Selain menjadi tempat pendidikan formal, MTs Attawakkal juga digunakan sebagai lokasi majelis taklim setiap satu pekan sekali, sehingga keberadaan perlengkapan ibadah menjadi sangat penting untuk mendukung kegiatan spiritual dan pendidikan karakter siswa.

Ucapan Terima Kasih dari Pihak Sekolah

Para siswa menyampaikan rasa terima kasih secara langsung atas bantuan yang diterima, khususnya kursi, meja belajar, dan perlengkapan lainnya. Kepala sekolah, Pak Lukman, juga mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya:

“Alhamdulillah, pada hari ini kami telah menerima donasi dari Donasi Barang. Barang-barang telah sampai dan diterima dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan sumbangsihnya untuk lembaga pendidikan di Kampung Selagombong. Semoga bantuan ini menjadi pahala dan bermanfaat bagi kemaslahatan pendidikan serta pengembangan anak-anak. Tempat ini tidak hanya digunakan untuk pendidikan formal, tetapi juga sering mengadakan majelis taklim setiap pekan sekali.”

Dampak dan Harapan

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan belajar, mendukung kegiatan ibadah, dan menjadi langkah awal untuk memperbaiki kualitas pendidikan di desa terpencil. Lebih dari sekadar fasilitas, kehadiran tim SiBara ACTion membawa semangat baru bagi anak-anak dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya perhatian terhadap pendidikan di daerah terpencil, sekaligus menginspirasi masyarakat dan pihak lain untuk turut peduli. Dengan dukungan berkelanjutan dari para donatur, diharapkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup di desa terpencil dapat terus meningkat, memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.

Penulis : Lando
Editor : Nanda Hermawan