Berbagi adalah sebuah perjalanan panjang yang tidak pernah benar-benar memiliki garis akhir. Terkadang, rute yang sudah kita petakan dengan saksama harus berbelok sejenak demi menjawab sebuah panggilan kemanusiaan yang mendesak. Begitulah yang terjadi pada kami, tim Donasi Barang, di sela-sela hiruk-pikuk persiapan keberangkatan menuju lokasi penyaluran rutin kami.
Di tengah kesibukan tim menyortir pakaian, menyiapkan sembako, dan memastikan kesiapan armada untuk agenda besar Touring Sedekah Edisi Ke-30, sebuah kabar duka memecah konsentrasi kami. Pesan darurat itu datang dari seorang Sahabat SiBara di Sumedang. Telah terjadi musibah kebakaran yang menghanguskan kediaman salah satu saudara kita di Jalan Hariang, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Harta benda luluh lantak dilalap si jago merah. Keluarga tersebut kehilangan tempat bernaung, pakaian, dan segala perabotan dalam sekejap mata. Mendengar kabar tersebut, rasa kemanusiaan kami seketika terpanggil. Program tanggap darurat SiBara Action langsung diaktifkan. Kami bertekad, perjalanan ke Sumedang kali ini bukan sekadar rutinitas penyaluran tiga bulanan, melainkan sebuah misi penyelamatan harapan bagi mereka yang baru saja kehilangan segalanya.


Setiap musibah selalu datang tanpa mengetuk pintu, menyergap di saat manusia berada dalam titik paling lengah. Hal ini tergambar jelas dari penuturan pilu Bapak, sang pemilik rumah, saat menceritakan kronologi malam nahas tersebut kepada tim kami.
Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 11 malam. Suasana desa di Jalan Hariang sudah sepi, diselimuti hawa dingin khas Sumedang yang menusuk tulang. Malam itu, Bapak baru saja pulang setelah menghabiskan waktu sejenak di warung kopi sekitar. Begitu tiba di rumah, rasa kantuk yang mendera membuatnya langsung merebahkan diri untuk beristirahat.
Namun, kedamaian malam itu hanya berlangsung sesaat. “Tabuh 11 wengi kajantenan. Eta kajantenan teh tinu konslet listrik,” tutur beliau dengan tatapan yang masih menyiratkan trauma mendalam. Sebuah korsleting listrik, yang kemungkinan besar bermula dari area ujung dekat dapur, memicu percikan api.

Dalam hitungan kurang dari dua menit, percikan kecil itu menjelma menjadi monster api yang rakus. “Untungna sare can pules nya A. Abdi nuju gogoleran tah di dieu,” kenangnya. Kesadaran yang belum sepenuhnya hilang menjadi penyelamat nyawanya malam itu. Saat ia membuka mata, api sudah membesar dan mengepung sebagian rumahnya. Kepanikan pecah. Ia berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan, menyadari bahwa keluarganya masih berada di posisi atas rumah.
“Pas uih deui teh, tos dugi ka dieu seuneu teh. Sing horeng meureun abdi gogorowokan teh tos di luhur,” lanjutnya dengan suara bergetar. Warga sekitar yang terbangun karena teriakan tersebut segera berdatangan, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, struktur bangunan dan barang-barang yang mudah terbakar membuat si jago merah terlalu perkasa untuk ditaklukkan dengan cepat.
Alhamdulillah, di tengah kerugian material yang tak ternilai harganya, Tuhan masih memberikan karunia terbesar-Nya: keselamatan jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. “Alhamdulillahna teu aya nu ngararoyong (tidak ada korban jiwa) lah,” ucap tim kami saat mendengarkan kisah tersebut, yang langsung diamini oleh beliau. Pada akhirnya, yang berhasil diselamatkan hanyalah nyawa dan sehelai pakaian yang melekat di badan, serta sebuah kasur yang sempat ditarik keluar. Selebihnya, hangus menjadi abu.



Berbekal informasi tersebut, tim SiBara Action segera menyiapkan paket bantuan khusus tanggap darurat. Kendaraan operasional yang berangkat dari Bekasi dipacu membelah jalanan antarkota, membawa amanah kepedulian dari para donatur.
Kedatangan kami di puing-puing sisa kebakaran di Jalan Hariang adalah sebuah kejutan yang sama sekali tidak disangka oleh pihak keluarga. “Hapunten sateuacanna ngarerepot dugi ka dieu nya dadakan, nya nu namina musibah teu aya nu terang,” sapa tim kami saat pertama kali menjabat tangan beliau.
Bapak menyambut kami dengan senyum haru yang sulit disembunyikan. Di tengah duka yang masih pekat, kehadiran saudara-saudara dari tempat yang jauh memberikan sebuah suntikan kekuatan moral yang luar biasa. Ia menyadari bahwa keluarganya tidak berjuang sendirian.
“Terima kasih banyak sekali lagi… mudah-mudahan dari tim Bapak semua atas apa yang telah Bapak datang ke sini jauh-jauh intinya dari Bekasi tadi… bermanfaat bagi saya dan saudara saya di sini. Mudah-mudahan apapun itu kita sebagai manusia hanya bisa seperti ini, dibalasnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lebih pasti,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, mewakili rasa syukur seluruh anggota keluarganya.



Bagi keluarga penyintas kebakaran, hari-hari pertama pascabencana adalah masa transisi yang paling berat. Mereka harus beradaptasi dengan kondisi hilangnya fasilitas dasar untuk bertahan hidup. Tidur tanpa alas, menahan dingin tanpa selimut, dan kesulitan untuk sekadar memasak air atau makan.
Memahami urgensi tersebut, SiBara Action tidak datang dengan tangan kosong. Berkat kedermawanan Sahabat SiBara serta kolaborasi dengan GIS Peduli, kami membawa berbagai kebutuhan esensial yang dirancang khusus untuk mempercepat proses pemulihan darurat (emergency recovery).
- Pemenuhan Kebutuhan Istirahat : Kami menyerahkan 4 buah matras dan 1 kasur lantai, lengkap dengan 4 buah bantal dan 2 set bedcover yang tebal. Bantuan ini sangat krusial agar keluarga tidak perlu lagi tidur beralaskan lantai yang dingin.
- Air Bersih : Untuk memastikan kebutuhan hidrasi keluarga terpenuhi dengan layak, kami menyalurkan 1 set galon beserta air mineralnya, ditambah 1 unit dispenser.
- Ketahanan Pangan Darurat: Sebuah paket Sembako lengkap dan 1 unit kompor portable diserahkan agar keluarga bisa segera memasak makanan secara mandiri tanpa harus terus bergantung pada dapur umum atau bantuan makanan matang dari tetangga. Kami juga menyertakan 1 dus alat makan untuk menggantikan peralatan dapur yang telah hancur lebur.
- Pakaian dan Penyimpanan: Menyadari bahwa hanya pakaian di badan yang tersisa, kami membawakan 1 karung Pakaian Layak Pakai (PLP) yang telah disortir dan siap digunakan. Agar pakaian dan barang-barang bantuan ini tidak tercecer, kami juga memberikan 1 unit lemari plastik yang praktis dan mudah dirakit sebagai tempat penyimpanan sementara.
Setiap barang tersebut diserahkan langsung di lokasi, disaksikan oleh tetangga dan kerabat yang turut bergotong royong membantu membersihkan sisa-sisa puing. Sentuhan barang-barang fisik ini bukan sekadar bantuan material; ia adalah simbol bahwa harapan masih ada, bahwa fondasi kehidupan bisa dibangun kembali dari titik nol.

Waktu terus bergulir, dan tanggung jawab besar masih menanti kami. Setelah memastikan seluruh bantuan SiBara Action tersalurkan dengan baik dan kondisi keluarga sedikit lebih tenang, tiba saatnya bagi tim untuk mohon pamit. Agenda Touring Sedekah Ke-30 belum usai, ratusan penerima manfaat lainnya di titik ketiga di daerah Desa Ranggasari, Surian telah menanti kedatangan kami.
“Paling abdi bade lanjut ka lokasi katilu. Jadi hapunten teu tiasa lami-lami. Mudah-mudahan barang anu dicandak ti Bekasi ka dieu bermanfaat kanggo Aa, keluarga, sadayana. Jeung sing enggal kabangun deui (Semoga rumahnya cepat terbangun lagi),” pamit perwakilan tim Donasi Barang.
“Amin, amin. Abdi ge hatur nuhun pisan ieu bapa kasumpingan bapa,” balas beliau sambil terus menggenggam tangan para relawan.
Kami melangkah pergi dari Jalan Hariang dengan membawa segudang pelajaran berharga. Musibah kebakaran ini kembali menampar kesadaran kita semua bahwa harta benda di dunia ini sifatnya sangat fana. Apa yang kita kumpulkan bertahun-tahun bisa lenyap menjadi abu hanya dalam waktu dua menit. Namun, amal kebaikan, kepedulian sosial, dan keikhlasan untuk berbagi adalah investasi abadi yang tidak akan pernah bisa dihanguskan oleh api.

Kisah dari Sumedang ini adalah cerminan nyata dari manifesto Donasi Barang. Barang-barang yang mungkin selama ini menumpuk di gudang rumah Anda seperti kasur lipat yang tak lagi dipakai, kompor portabel sisa camping tahun lalu, atau pakaian yang sudah tak muat di badan ternyata memiliki nilai keselamatan (lifesaving value) yang tak terhingga bagi mereka yang tiba-tiba kehilangan segalanya.
Keberhasilan respons cepat SiBara Action ini tidak lepas dari dukungan Anda, Sahabat SiBara, yang terus mempercayakan donasi barang maupun finansial kepada kami. Rantai kebaikan ini harus terus kita jaga dan kita perpanjang.
Bagi Anda yang saat ini tengah merapikan rumah, mari luangkan waktu sejenak. Pilah kembali barang-barang layak pakai yang sudah tidak digunakan. Hubungi tim Donasi Barang, dan biarkan kami yang mengantarkannya menjadi kebahagiaan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di berbagai pelosok daerah.
Mari bersama-sama kita buktikan, bahwa niat baik yang dieksekusi hari ini bisa menjadi benteng harapan bagi orang lain di esok hari. Karena bersama Donasi Barang, kita selalu percaya: Sisa-Sisa Tak Selalu Sia-Sia.
Nanda hermawan – Donasi Barang

